Inovasi Pengolahan Susu Bubuk Tak Terpakai Jadi Pakan Ternak: Solusi Pengelolaan Limbah Pangan di Indonesia
Jakarta – Dalam upaya mengatasi limbah makanan dan mengurangi emisi karbon, susu bubuk yang tidak terserap pasar kini dapat dimanfaatkan kembali menjadi pakan ternak. Inisiatif ini tidak hanya memberikan solusi pengelolaan limbah yang lebih ramah lingkungan, tetapi juga berkontribusi pada tujuan pengurangan emisi.
Program ini merupakan kolaborasi strategis antara Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia, PT Anugerah Pharmindo Lestari (APL) dari Zuellig Pharma, dan PT Ray Hikmah Jaya (RHJ). Dengan pengolahan susu bubuk yang tidak terpakai, ketiga perusahaan tersebut memperkuat komitmen mereka terhadap keberlanjutan dan tanggung jawab sosial.
Salah satu tujuan utama program ini adalah mengolah 500 kilogram susu bubuk beserta kemasannya menjadi pakan ternak. Dengan langkah ini, diproyeksikan dapat mengurangi 452 kilogram limbah makanan yang seharusnya berakhir di tempat pembuangan akhir atau dibakar, yang juga dapat menghasilkan emisi karbon.
Dalam penandatanganan kerja sama ini, CEO Danone Specialized Nutrition Indonesia, Lee Meng Thoong; Presiden Direktur APL, Christophe Piganiol; serta Direktur PT Ray Hikmah Jaya, Adi Susanto, hadir sebagai pemangku kepentingan utama.
Menurut Lee Meng Thoong, inisiatif ini selaras dengan Danone Impact Journey, strategi keberlanjutan perusahaan yang berfokus pada pengurangan limbah makanan hingga 50% pada tahun 2030. “Keberlanjutan adalah inti dari setiap langkah kami. Program ini adalah salah satu aksi nyata dalam mengurangi limbah makanan dan dampak lingkungan, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Christophe Piganiol menambahkan bahwa kemitraan ini tidak hanya bertujuan mengurangi jejak karbon, tetapi juga menciptakan dampak lebih besar bagi ekosistem bisnis yang berkelanjutan. “Kolaborasi dengan Danone SN Indonesia dan PT Ray Hikmah Jaya menciptakan sinergi yang mendukung masa depan yang lebih hijau bagi komunitas,” jelas Piganiol.
Melalui pengolahan susu bubuk menjadi pakan ternak, proyek ini juga sejalan dengan tujuan global untuk mendorong pola konsumsi yang lebih bertanggung jawab. Susu bubuk yang tidak terserap pasar masih mengandung protein tinggi, vitamin, dan mineral yang bermanfaat untuk pertumbuhan ternak, sehingga lebih bernilai dibandingkan jika hanya dibuang.
Kolaborasi ini sekaligus mendukung beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG), seperti SDG No. 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), SDG No. 13 (Aksi Iklim), dan SDG No. 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Dengan adanya inisiatif ini, ketiga perusahaan membuktikan bahwa pengelolaan bisnis yang berkelanjutan dapat berjalan beriringan dengan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Melalui program inovatif ini, PT Ray Hikmah Jaya bersama mitranya berharap dapat menetapkan standar baru dalam pengelolaan limbah pangan di Indonesia, memberikan manfaat yang lebih luas bagi lingkungan, masyarakat, dan hewan ternak.